Pengertian Alat Optik
Alat optik dapat kita ketahui bahwa alat optik di kaitkan dengan benda yang dapat memantulkan sebuah cahaya alat itu seperti kacamata,cermin,teleskop,dan lain lain adapujn pengertian dari Alat Optik ini yaitu alat yang bekerja berdasarkan prinsip cahaya. Alat optik membuat hidup manusia lebih mudah dan berarti.Optik secara umum dapat dianggap sebagai bagian darike elektromagnetan. Beberapa gejala optis bergantung pada sifat kuantum cahaya yang terkait dengan beberapa bidang optik kuantum hinggamekanika. Dalam prakteknya, sebagian besar fenomena optik dapat dihitung dengan menggunakan sifat daricahaya elektromagnetik, seperti yang dijelaskan oleh persamaan Maxwell.
Kejadian/Fenomena Optik
Kejadian / fenomena merupakan hal yang dapat berdampak bagi kehidupan manusia adapun fenomana atau kejadian Optik yaitu diantaranya
1. Pembiasaan
terjadi jika sebuah cahaya melewati sebuah mediaum maka akan dibelokkan atau terjadi pembiasan pada segala arah contohnya yaitu:
- Dasar kolam yang terlihat dangkal
-Pensil yang dimasukkan ke dalam gelas terlohat bengkok
-Fatamorgana
2. Penggunaan cermin datar
hal ini dikarenakan sifat cermin datar yang memabtulkan bayangan sama besar, jarak yang sama, hanya bagian sisi yang tertukar. Tentu kita tidak ingin jika kita bercermin dan bayangan kita lebih pendek atau lebih gemuk
3. Peristiwa terjadinya Pelangi
pelangi merupakan cahaya
warna warni yang terbentuk dilangit akibat adanya pembiasa cahaya
bersama dengan uap air, sehingga terjadilah spektrum warna
4. Peristiwa terjadinya petir dan kilat
faktanya petir
dan kilat sebenarnya terjadi bersamaan, namun kilat sering terjadi lebih
dahulu karena cahaya lebih cepat merambat dibandingkan bunyi di udara
5. Aurora
merupakan peristiwa terciptanya warna warni dilangit yang biasanya terjadi pada malam hari. Aurora terjadi karena adanya interaksi medan magnetik pada planet tertentu dengan spektrum cahaya yang dipancarkan matahari (angin matahari)
Macam Macam Alat Optik
A. Mata dan Kacamata
Mata merupakan bagian alat tubuh manusia dimana berfungsi untuk melihat yang dimana memiliki diameter sekitar 2,5cm
Dalam mata terdiri dari beberapa bagian yaitu:
2 .Kornea
Kornea merupakan bagian bening yang bersifat tembus pandang dan terletak di lapisan terluar. Kornea berfungsi sebagai tempat masuknya cahaya pertama kali, sebelum akhirnya cahaya dapat masuk ke sel-sel penerima di bagian dalam mata.Kalau kita lihat mata seseorang, akan
ada bagian bola hitam (pupil) dan bagian yang terlihat berwarna abu-abu,
atau cokelat, atau biru, berbeda-beda tergantung faktor genetik
seseorang (iris). Nah, kornea ini hanya menutupi bagian pupil dan iris tersebut.
Cairan berlendir yang transparan menyerupai plasma, namun memiliki konsentrasi protein yang rendah. Cairan ini dihasilkan oleh tubuh siliari struktur yang mendukung lensa berfungsi menjaga tekanan intraokolar dan memompa bola mata.
4. Lensa mata
5.Vitreous humour
Berbeda dengan cairan aqueous humor yang adanya di depan lensa mata, vitreous humor terletak di belakang lensa mata. Vitreous adalah zat seperti jelly yang mengisi bagian dalam bagian belakang mata. Seiring waktu, vitreous menjadi lebih encer dan bisa terlepas dari bagian belakang mata.
Jika penglihatan mata Anda terlihat seperti ada awan putih yang mengambang atau cahaya kedipan lampu, segera temui dokter mata. Pasalnya, zat vitreous yang terpisah dapat menyebabkan lubang (suatu kondisi yang disebut lubang makula) berkembang di retina.
6.iris
7. Retina
8. Pembuluh darah (koroid)
9. Otot-otot siliar dan sendi perekat
10. Pupil
11. Bintik kuning
Bintik kuning adalah bagian retina ( terdapat di dalam mata) yang paling peka terhadap cahaya karena merupakan tempat perkumpulan sel-sel saraf yang berbentuk kerucut dan batang. Bintik buta adalah bintik pertemuan saraf-saraf atau tempat keluarnya saraf mata menuju otak. Bintik buta tidak mengandung sel batang dan sel kerucut sehingga tidak dapat menanggapi rangsangan cahaya ( titik buta mata).
Untuk syarat dapat melihat benda adalah harus ada cahaya. Cahaya dapat berasal langsung dari sumber cahaya/berasal dari cahaya yang dipantulkan oleh benda-benda yang berada di sekeliling kita. Cahaya masuk menembus kornea, terus melewati lensa mata. Lalu ke retina bayangan benda jatuh tepat di bintik kuning, bersifat nyata, terbalik, dan diperkecil. Dari bayangan itu merupakan rangsangan/informasi yang dibawa oleh saraf penglihatan menuju pusat saraf penglihatan di otak. Di otak rangsangan itu ditafsirkan dan barulah kemudian kita mendapat kesan melihat benda.Mengenai mata untuk orang tua mereka tidak dapat melihat benda-benda yang jauh dikarenakan kemampuan mata untuk mencembung dan memipihkan lensa mata sudah sangat lemah. Kemampuan mata untuk mencembung atau memipihkan lensa mata disebut dengan daya akomodasi ,mata yang berakomodasi maksimum ketika mata mencembung cembung-cembungnya. Titik dekat mata yang masih dapat melihat disebut dengan punctum proximum atau PP sedangkan titik terjauh yang dapat dilihat oleh mata normal disebut dengan punctum remotum atau PR.Sedangkan mata yang dalam keadaan rileks atau santai sehingga lensa mata pipih atau biasa disebut dengan tanpa akomodasi Sedangkan mata yang dalam keadaan rileks atau santai sehingga lensa mata pipih atau biasa disebut dengan mata tanpa akomodasi atau mata tak akomodasi.
CARA MATA BEKERJA
Mata dapat melihat sebuah benda karena adanya cahaya yang dipantulkan oleh benda tersebut ke mata, khususnya retina. Apabila tidak ada cahaya yang dipantulkan benda, maka mata tidak dapat melihat benda tersebut.
Proses mata melihat benda secara urut adalah sebagai berikut.
1). Cahaya yang dipantulkan oleh benda di tangkap oleh kornea dan diteruskan melalui pupil.
2). Intensitas cahaya yang telah diatur oleh pupil diteruskan menembus lensa mata melewati aquas humor
3). Daya akomodasi pada lensa mata mengatur cahaya supaya jatuh tepat di bintik kuning. Bintik kuning adalah bagian retina yang peka cahaya. Bayangan yang diterima bersifat nyata, terbalik dan diperkecil
4). Pada bintik kuning, cahaya diterima oleh sel kerucut dan sel batang, kemudian disampaikan ke otak.
5). Cahaya yang disampaikan ke otak akan diterjemahkan oleh otak, sehinga kita bisa mengetahui benda yang dilihat.
CACAT MATA
Jenis-Jenis Cacat Mata, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
A. Miopi
Miopi juga disebut rabun jauh atau terang
dekat. Penderita miopi tak dapat melihat benda jauh secara jelas.
Bayangan benda jatuh di depan retina. Penderita miopi dibantu dengan
kacamata berlensa cekung.
Kekuatan lensa pada kacamata untuk penderita miopi dapat ditentukan dengan rumus:

dengan P adalah kekuatan lensa (dalam satuan dioptri), sedangkan PR(miopi) adalah jarak titik jauh penderita miopi (dalam satuan cm).
2. Hipermetropi
Hipermetropi jga disebt rabun dekat atau
terang jauh. Penderita hipermetropi tidak dapat melihat benda dekat
secara jelas. Titk dekatnya lebih dari 25 cm. Pada penderita
hipermetropi, bayangan benda jatuh di belakang retina. Dibant dengan
kacamata lensa cembung.
Kekuatan lensa pada kacamata untuk penderita hipermetropi dapat ditentukan dengan rumus:

dengan P
adalah kekuatan lensa (dalam satuan dioptri), S adalah jarak benda dari
mata (dalam satuan cm), jika tidak disebutkan , S = 25 cm, sedangkan Pp(hyp) adalah jarak titik dekat penderita hipermetropi (dalam satuan cm).

3. Presbiopi (Rabun Tua)
Presbiopi
atau rabun tua disebabkan karena menurunnya daya akomodasi lensa mata,
sehingga lensa mata kehilangan elastisitasnya seiring bertambahnya usia
seseorang. Penderita presbiopi tidak mampu melihat benda yang terlalu
jauh dan terlalau dekat.

Presbiopi
biasanya diderita oleh orang-orang yang sudah tua atau lanjut usia.
Penderita presbiopi ditolong dengan kacamata lensa rangkap, yaitu
kacamata cembung dan cekung.
4. Rabun Senja

Rabun senja atau disebut juga rabun ayam merupakan ketidakmampuan mata untuk melihat benda yang berada di tempat redup dan di malam hari.
Gangguan
mata ini disebabkan oleh kekurangan vitamin A, sehingga sel batang
tidak berfungsi dengan baik, karena protein rodopson tidak terbentuk.
Penderita rabun senja harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A.
5. Buta Warna
Buta warna adalah kondisi dimana mata tidak mampu untuk membedakan warna. Buta warna merupakan penyakit yang bersifat menurun.
Apabila
seseorang hanya mampu melihat warna hitam dan putih saja, maka
dikatakan buta warna total. Akan tetapi, jika seseorang tidak bisa
membedakan warna tertentu, disebut buta warna parsial.
6. Katarak

Katarak
(bular mata) adalah gangguan penglihatan yang disebabkan oleh lensa
mata yang keruh, sehingga menghalangi masuknya cahaya pada retina.
Apabila tidak segera diobati, katarak dapat menimbulkan kebutaan dengan
tanpa rasa sakit.
Penderita katarak pada umumnya berumur di atas 55 tahun. Katarak dapat disembuhkan dengan melakukan operasi mata.
7. Astigmatisme
Astigmatisme atau mata silindris merupakan gangguan mata yang disebabkan oleh ukuran lensa mata atau kornea yang tidak rata.

Akibatnya
jika penderita melihat suatu kotak, garis-garis vertikal akan
terlihat kabur dan garis horizontal terlihat jelas atau
sebaliknya. Cacat mata ini dapat ditolong dengan menggunakan kacamata
berlensa silindris.
Kacamata
Kacamata merupakan salah
satu alat yang dapat digunakan untuk mengatasi cacat mata. Kacamata
terdiri dari lensa cekung atau lensa cembung, dan frame atau kerangka
tempat lensa berada seperti yang diperlihatkan pada gambar di bawah ini.
Fungsi dari kacamata adalah mengatur supaya bayangan benda yang tidak
dapat dilihat dengan jelas oleh mata menjadi jatuh di titik dekat atau
di titik jauh mata, bergantung pada jenis cacat matanya.
Kalian tentu telah
mempelajari bahwa jika sebuah benda berada di depan sebuah lensa,
bayangan akan dibentuk oleh lensa tersebut. Jauh dekatnya bayangan
terhadap lensa, bergantung pada letak benda dan jarak fokus lensa.
Hubungan tersebut secara matematis dapat ditulis sebagai berikut.
1
|
+
|
1
|
=
|
1
|
s
|
s'
|
f
|
Dengan:
s = jarak benda ke lensa (m)
s’ = jarak bayangan ke lensa (m)
f = jarak fokus lensa (m)
Selain itu, kalian juga
pernah mempelajari kekuatan atau daya lensa. Kekuatan atau daya lensa
adalah kemampuan lensa untuk memfokuskan sinar yang datang sejajar
dengan lensa. Hubungan antara jarak fokus dan kekuatan lensa memenuhi
persamaan berikut.
P
|
=
|
1
|
f
|
Dengan:
P = kekuatan atau daya lensa (dioptri)
f = jarak fokus lensa (m)
Contoh Soal Mata dan KameraNomor 1
Seseorang menderita rabun dekat dengan titik dekat 50 cm ingin membaca pada jarak baca normal. Jenis lensa kacamata yang harus digunakan dan jarak fokusnya adalah...
a. Cembung dengan fokus 50 cm
b. Cekung dengan fokus 33,3 cm
c. Rangkap dengan fokus 25 cm
d. Cembung dengan fokus 33,3 cm
e. Cekung dengan fokus 50 cm
Pembahasan:
Diketahui:
s’ = –50 cm (s’ selalu negatif)
s = 25 cm
Ditanya: jensi lensa dan f = ...
Jawab:

Jawaban: a
Nomor 2
Seseorang penderita hipermetropi memiliki titik dekat 50 cm hendak membaca pada jarak baca normal. Orang tersebut memerlukan kacamata berkekuatan...
a. – 2 Dioptri
b. – ½ Dioptri
c. + ½ Dioptri
d. + 2 Dioptri
e. + 4 Dioptri
Pembahasan:
Diketahui:
s’ = –50 cm (s’ selalu negatif)
s = 25 cm
Ditanya: P = ...
Jawab:

Soal
B. Kamera
Kamera
merupakan alat yang digunakan untuk menghasilkan banyangan fotografi pada film
negatif. Cara kerja kamera mirip dengan mata. Lensa yang digunakan kamera
adalah lensa cembung. Film pada kamera berfungsi sebagai layar untuk menangkap
banyangan.
Pada
kamera memiliki bagian antara lain:
-Diafragma
Diafragma merupakan lubang kecil
yang dapat diatur lebarnya dan berfungsi mengatur dalam banyaknya cahaya yang
masuk melalui lensa. Ini seperti iris pada mata.
-Pelat film
Pelat film adalah tempat banyangan
dan menghasilkan bayangan negatif, yaitu gambar yang berwarna tidak sama dengan
aslinya dan tembus cahaya.
-Lensa cembung
Lensa cembung berfungsi untuk
membiaskan cahaya yang masuk, sehingga dapat berbentuk bayangan nyata, terbalik
dan diperkecil.
-Apertur
Apertur adalah untuk mengukur besar kecilnya
diafragma.
Pemfokusan Lensa dan Pembentukan Bayangan
Kualitas hasil pemotretan selain
bergantung pada ukuran bukaan diafragma dan kelajuan shutter, juga
dipengaruhi oleh pemfokusan. Sebelum diulas pemfokusan lensa kamera
terlebih dahulu pahami penjelasan berikut. Pada topik lensa cembung
dijelaskan bahwa jika jarak benda (s) sangat jauh dan dianggap tak
berhingga, bayangan nyata yang dihasilkan oleh lensa cembung berhimpit
dengan titik fokus lensa cembung. Jadi ketika jarak benda tak berhingga,
jarak bayangan (s’) sama dengan panjang fokus (f). Pada topik bayangan
lensa cembung dipelajari bahwa jika jarak benda semakin kecil maka jarak
bayangan semakin besar dan ukuran bayangan juga semakin besar. Pada
topik contoh soal lensa cembung nomor 2 dan 3 dipelajari bahwa jika
panjang fokus lensa semakin besar maka jarak bayangan (s’) semakin besar
dan ukuran bayangan juga semakin besar.
Pemfokusan
lensa kamera berbeda dengan pemfokusan lensa mata. Pemfokusan lensa
mata dilakukan dengan mengubah kelengkungan lensa mata (mengubah panjang
fokus lensa mata) hingga bayangan jatuh tepat pada retina sehingga
dihasilkan bayangan yang paling jelas. Jika kamera menggunakan lensa
tunggal (bukan lensa zoom yang mempunyai banyak lensa) maka panjang
fokus lensa tidak dapat diubah. Pemfokusan lensa kamera dilakukan dengan
mengubah jarak bayangan (s’) hingga dihasilkan bayangan yang paling
jelas.
Apabila jarak benda (s) sangat jauh atau
tak berhingga maka jarak bayangan (s’) sama dengan panjang fokus (f).
Bandingkan Gambar 1.
Apabila
jarak benda lebih kecil dari tak berhingga maka jarak bayangan (s’)
lebih besar dari panjang fokus (f). Semakin kecil jarak benda (s),
semakin besar jarak bayangan (s’) dan semakin besar ukuran bayangan.
Berdasarkan penjelasan ini disimpulkan apabila jarak antara benda dengan
lensa semakin dekat maka jarak antara lensa dengan film harus
diperbesar. Apabila jarak antara benda dengan lensa semakin jauh maka
jarak antara lensa dengan film diperkecil. Bandingkan Gambar 2.
Pemfokusan lensa kamera juga perlu
memperhatikan panjang fokus lensa kamera yang digunakan. Semakin besar
panjang fokus lensa kamera, semakin besar jarak bayangan (s’). Lensa
yang mempunyai panjang fokus lebih besar juga menghasilkan bayangan yang
lebih besar. Jika kita ingin memperoleh gambar yang jelas sedangkan
jarak benda jauh maka gunakan saja lensa yang mempunyai panjang fokus
besar. Lensa yang mempunyai panjang fokus besar biasanya lebih pipih
atau kurang lengkung.
Rumus perbesaran pada kamera
Keterangan :
M = perbesaran pada kamera
h’= tinggi bayangan (h’bernilai negative (-),
karena bayangannya terbalik)
h = tinggi benda
s’ = jarak bayangan
s = jarak bendaContoh Soal Kamera
1. Sebuah kamera memiliki titik api 80 mm, awalnya digunakan untuk mengambil gambar benda yang cukup jauh. Kemudian, kamera digunakan untuk mengambil gambar sebuah benda yang jaraknya 2 m dari lensa. Tentukan ke mana dan berapa jauh lensa kamera harus digeser.
Jawab:
f = 80 mm = 0,08 m
■ keadaan mula-mula s = ~, maka
1/s1 + 1/s1’ = 1/f
1/~ + 1/s1’ = 1/0,08
1/s1’ = 1/0,08
s1’ = 0,08 m
■ keadaan akhir s2 = 2 m, maka
1/s2 + 1/s2’ = 1/f
1/2 + 1/s2’ = 1/0,08
1/s2’ = 1/0,08 – 1/2
1/s2’ = 100/8 – 1/2
1/s2’ = 100 – 4/8
1/s2’ = 96/8
s2’ = 8/96 = 0,0833 m
■ besar pergeseran lensa kamera adalah sebagai berikut.
d = s2’ – s1’
d = 0,0833 – 0,08
d = 0,0033 m
d = 3,3 mm
Oleh karena s2’ > s1’ maka d > 0, artinya lensa kamera harus digeser menjauhi film.
2. Jarak fokus lensa sebuah kamera adalah 50 mm. Kamera tersebut diatur untuk memfokuskan bayangan benda pada jauh tak terhingga. Berapa jauh lensa kamera harus digeser agar dapat memfokuskan bayangan benda yang terletak pada jarak 2,5 m?
Jawab:
Ketika digunakan untuk memfokuskan benda yang letaknya jauh di tak terhingga, bayangan benda tersebut akan tepat berada di titik fokus lensa. Dengan kata lain, s' = f = 50 mm. Ketika jarak benda ke lensa, s = 2,5 m = 2.500 mm, bayangannya adalah sebagai berikut.
1/s + 1/s’ = 1/f
1/2.500 + 1/s’ = 1/50
1/s’ = 1/50 – 1/2.500
1/s’ = 50 – 1/2.500
1/s’ = 49/2.500
s' = 2.500/49
s’ = 51,02 mm
Dengan demikian, lensa harus digeser sejauh 51,02 mm – 50 mm = 1,02 mm.
Soal Kamera
1.kamera memiliki jarak fokus tetap 50,0 mm dan diatur untuk memfokuskan bayangan dari suatu benda yg sangat jauh dan dalam arah manakah lensa kamera harus digeser untuk memfokuskan bayangan dari sebuah benda yg berjarak 2,00 m ?
Jawab
1/f= 1/s2+1/s2'
1/5 = 1/200 +1/s2'
s2' = 5,128 cm
ds = s2' - s1' = 0,128 cm = 1,28 mm
lensa kamera harus di geser 1,28 mm menjauhi film
2.Dua lensa cembung, masing-masing mempunyai panjang fokus 40 mm . Kedua lensa digunakan pada kamera analog untuk memotret suatu obyek berjarak 10 meter. Tentukan jarak antara film dan lensa berpanjang fokus 40 mm ketika kamera disetel untuk memotret obyek. Hitung juga perbesaran linear.
Diketahui :
Panjang fokus lensa cembung 1 (f1) = 40 mm
berjarak 10m
jawab
1/s’ = 1/f – 1/s = 1/40 – 1/10.000 = 250/10.000 – 1/10.000 = 249/10.000
s’ = 10.000/249 = 40,2 mm
s’ = 10.000/249 = 40,2 mm
Perbesaran linear (m) :
m = s’/s = 40,2/10.000 = 0,004 kali
m = s’/s = 40,2/10.000 = 0,004 kali








Komentar
Posting Komentar